Paha Berlemak Lebih Berpotensi Terserang Penyakit Jantung

Posted by do it your self Rabu, 16 Januari 2013 0 komentar
Paha Berlemak Lebih Berpotensi Terserang Penyakit Jantung – Jangan pernah sepelekan lemak yang berada di bagian bawah tubuh kita. Karena lemak yang ada di bagian tubuh kita seperti lemak dip aha dapat memicu timbulnya penyakit jantung daripada lemak di bagian tubuh lain.

Kita pasti sudah mengetahui salah satu penyebab penyakit jantung adalah lemak. Orang dengan perut yang buncit alias perut berlemak lebih beresiko terserang penyakit diabetes dan penyakit dalam lainnya seperti jantung. Namun demikian, lemak di bagian paha lebih beresiko menimbulkan penyakit jantung.

Menurut Dr. Ishwarlal Jialal yang merupakan salah seorang peneliti yang mengungkap bahwa lemak di paha dan bokong kita menyimpah lemak gluteal yang dapat memproduksi protein yang dapat menimbulkan inflamasi sebagai awal timbulnya penyakit diabetes dan jantung. Itu dia sebabnya mengapa lemak di paha lebih berbahaya karena dapat memicu langsung penyakit jantung.

Selain hal di atas, adanya resistensi hormone insulin dapat melipatgandakan resiko serangan jantung 5 kali lebih besar daripada serangan diabetes. Salah satu tanda adanya peluang serangan jantung adalah dengan membesarnya ukuran pinggang, naiknya tekanan darah, koleterol yang rendah serta adanya resistensi hormone insulin.

Bila seorang dengan resitensi hormone insulin memiliki lemak gluetal di paha, maka akan semakin memperbesar peluangnya untuk terserang penyakit jantung.

Walaupu demikian, ternyata lemak juga merupakan salah satu sumber energy yang diperlukan oleh tubuh kita. Karena tubuh kita membutuhkan hingga 30% dari sumber makanan yang kita makan. Akan tetapi kebanyakan lemak juga tidak baik bagi kita. Karena tubuh yang kelebihan lemak lebih beresiko terhadap banyak serangan penyakit mematikan seperti jantung dan diabetes.

Itu sebabnya jangan pernah remehkan lemak yang ada di paha dan bokong kita. Karena lemak di daerah tersebut memiliki resiko yang lebih terhadap serangan jantung dan diabetes.

0 komentar:

Poskan Komentar