Ayat yang menjelaskan tentang kewajiban memberi mahar

Posted by do it your self Rabu, 20 Juni 2012 0 komentar

Kembali saya akan berbicara yang masih berhubungan dengan sebuah pernikahan, maklum saya memang orangnya suka bahas masalah nikah-nikah.. he he he.. Langsung sajalah,,,
Mahar (maskawin) ialah pemberian wajib berupa uang atau barang dari mempelai laki-laki kepada mempelai perempuan pada saat akad nikah. Mempelai laki-laki wajib memberikan mahar kepada mempelai perempuan yang akan dinikahinya. Allah swt berfirman dalam QS an-Nisa (4): 4:
وَءَاتُوا النِّسَاءَ صَدُقَاتِهِنَّ نِحْلَةً…

Artinya: Berikanlah maskawin (mahar) kepada wanita (yang kamu nikahi) sebagai pemberian dengan penuh kerelaan.
Walaupun menbayar mahar hukumnya wajib, tetapi tidak termasuk rukun nikah. Jadi meskipun mahar tidak disebut dalam akad nikah pernikahan tetap sah. Demikian juga mahar tidak mesti dibayar tunai, pembayarannya boleh tunai dan boleh juga ditunda beberapa waktu sesudah akad nikah, asal bentuk dan jumlahnya sudah ditetapkan sebelum akad nikah.
Adapun besarnya mahar tidak dibatasi oleh syara’ (hukum Islam) tetapi tergantung kemampuan  si suami dan kerelaan si isteri. Hanya saja Nabi melarang umatnya membayar mahar secara berlebih-lebihan dan mengutamakan mahar yang sederhana. Beliau bersabda:
إِنَّ أَعْظَمَ النِّكَاحِ  بَرَكَةً أَيْسَرُهُ مُؤْنَةً (رواه أحمد)

Artinya : Sesungguhnya nikah yang paling besar berkahnya ialah yang sederhana belanjanya (HR. Ahmad).

Apabila suami menceraikan isterinya sebelum dicampuri sedang maharnya sudah ditetapkan, maka suami wajib membayar ½ dari jumlah mahar yang telah ditetapkan. Allah berfirman dalam QS al-Baqarah: 237 :
وَإِنْ طَلَّقْتُمُوهُنَّ مِنْ قَبْلِ أَنْ تَمَسُّوهُنَّ وَقَدْ فَرَضْتُمْ لَهُنَّ فَرِيضَةً فَنِصْفُ مَا فَرَضْتُمْ إِلَّا أَنْ يَعْفُونَ أَوْ يَعْفُوَ الَّذِي بِيَدِهِ عُقْدَةُ النِّكَاحِ


Artinya: Jika kamu menceraikan isteri-isterimu sebelum kamu bercampur dengan mereka, padahal kamu sudah menentukan maharnya, maka bayarlah seperdua dari mahar yang telah kamu tentukan itu, kecuali jika isteri-isterimu itu mema`afkan atau dima`afkan oleh orang yang memegang ikatan nikah, …

Mahar adalah hak si isteri, sehingga mahar tidak boleh dibelanjakan oleh orang lain kecuali atas izinnya.
Itulah ilmu yang saya tahu tentang Mahar, namun yang biasa menjadi permasalahan dala masyarakat tentang mahar adalah budaya daerah seseorang yang berbeda-beda, yang dimana biasanya oranng menomor duakan yang namanya mahar, padahal mahar itu wajib & menurut sebagian ulama bahwa mahar itu adalah harga diri seorang perempuan. Sangat menarik untuk diperbincangkan tentang mahar ini, silahkan tinggalkan komentar jika ada.

0 komentar:

Poskan Komentar