Foto SBY Dipecahkan Mahasiswa - Demokrat Marah Besar

Posted by do it your self Rabu, 14 Maret 2012 0 komentar
HOT DAH | NASIONAL | Demokrat Marah Besar Foto SBY Dipecahkan Mahasiswa - JAKARTA - Partai Demokrat tidak bisa menerima cara Aliansi BEM Jawa Barat menyampaikan tuntutan dengan cara menurunkan dan memecahkan foto Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang ada di Gedung DPR.

Mahasiswa asal Bandung,
pecahkan foto SBY
 
Merespon kejadian itu, Wakil Sekjen Partai Dmeokrat, Ramadhan Pohan, meminta polisi memproses pelaku pemecah foto Presiden RI sekaligus Ketua Dewan Pembina partainya itu. Aksi itu dianggap bentuk pelecehan terhadap simbol negara.

"Itu aksi yang tak bisa diterima. Tanpa perlu menunggu aduan masyarakat, polisi harus segera bertindak. Aksi perusakan dan pelecehan simbol negara tak bisa dibiarkan. Jangan dicuekin dan diremehkan," kata Ramadhan melalui pesan singkat, Rabu (14/3/2012).

Ia meminta polisi mengungkap dalang aksi pelecehan simbol negara itu. "(Polisi) harus tangkap siapapun di balik aksi itu. Anarkisme bukan karakterisitik mahasiswa. Jadi, anarkisme itu hanya rekayasa dan provokasi saja. Saya menduga ada yang menyuruh mereka. Proses hukum saja pelaku dan mereka yang diduga sebagai dalangnya," tandasnya.

Menurut Ramadhan, seharusnya semua pihak wajib mengecam aksi anarkisme mahasiswa tersebut. "Para politisi oposisi juga jangan tolerir aksi itu. Sebab, jika oposisi salah bersikap, nanti itu bisa dijadikan pembenaran para pelaku anarkisme. Bahkan, penyemaian preseden buruk. Makanya oposisi harus ikut kutuk," kata Wakil Ketua Fraksi Partai Demokrat di DPR itu.

Sebelumnya, sekitar enam mahasiswa menurunkan sebuah foto berukuran 1,5 x 1,5 meter persegi dari tembok yang ada di depan lobi Gedung Nusantara III, Komplek DPR. Mereka mengaku tak kuat mengangkat foto berbingkai kayu tebal itu sehingga terjatuh dan pecah bagian kacanya.
Alasan mahasiswa menurunkan foto Presiden SBY karena kecewa atas respon Wakil Ketua DPR yang menolak menyetujui satu dari tiga tuntutan yang diminta. Tuntutan yang tidak disetujui Pramono adalah pengusiran Nekolim dan turunkan SBY-Boediono.

Sumber: tribunnews.com

0 komentar:

Poskan Komentar